Pages

Pantang & Puasa

Selasa, 23 Februari 2016



Sejak Rabu Abu hingga menjelang perayaan paskah, umat Katolik yang berusia 14 tahun ke atas diwajibkan untuk berpantang dan juga diwajibkan untuk berpuasa bagi yang telah berusia 18 tahun ke atas. Puasa dan pantang dilakukan ketika masa prapaskah yaitu selama 40 hari.
Berpantang artinya mengurangi apa yang kita sukai, pantang yang paling umum adalah pantang makan daging. Selain itu kita juga dapat menambah pantangan-pantangan lain, misalnya bagi bapak-bapak yang hobinya merokok, dapat melakukan pantang merokok, atau ibu-ibu yang suka berbelanja, dapat melakukan pantang belanja.
Dalam Katolik, puasa tidak diikat oleh aturan-aturan yang rumit. Yang aku mengerti hingga saat ini, berpuasa secara Katolik adalah dengan cara makan kenyang satu kali sehari. Jika kita biasanya makan tiga kali sehari, maka ketika berpuasa, kita hanya makan kenyang satu kali sehari. Oh ya, makan kenyang artinya ‘cukup’ kenyang, bukan terlalu kenyang. Jika kita hanya makan kenyang sekali sehari, maka dua jatah makan kita, dapat kita berikan kepada yang tidak mampu. Inilah yang dimaksud dengan Aksi Puasa Pembangunan (APP).
Pantang dan puasa bukan hanya perkara tidak makan. Selama 40 hari, umat Katolik diharapkan turut serta dalam penderitaan Kristus yang ditunjukkan dengan perilaku sehari-hari. Misalnya, tidak menggunakan perhiasan sebagai tanda duka. Atau dapat ditunjukkan dengan menggunakan pakaian yang sederhana. Hal ini juga ditunjukkan dalam perayaan ekaristi, dimana lonceng tidak dibunyikan dan musik pengiring yang hanya digunakan untuk mengangkat nada saja.
Apakah esensi dari pantang dan puasa?
Pantang dan puasa tidak hanya semata-mata untuk kesehatan saja. Tetapi kontrol diri. Menunjukkan sikap berkabung karena Yesus sedang dalam sengsara. Kita turut menemaniNya dengan pantang dan puasa. Selama 40 hari kita dapat hidup dengan sesederhana mungkin. Menunda kesenangan-kesenangan kita hingga Paskah tiba. Namun perilaku hidup sederhana ini, akan lebih baik jika diteruskan di waktu berikutnya, tidak hanya ketika Masa Pra Paskah tiba.

Selamat Berpantang dan Berpuasa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS