24
Februari 2016
Today is a greaaaatttt daaaayyyy!!!
Hari ini aku melaksanakan yudisium
semester 1. Iya, pertama kali aku mengikuti yudisium dan pertama kali pula aku
memakai jas almamater Poltekkes Kemenkes Surabaya. Aku sangat menanti-nantikan
hari ini karena hari ini adalah hari dimana aku diberi kepastian IPK semester
1.
Berdebar? Pasti! Ketika 3 dosen
masuk kelasku, rasanya mulas tak tertahan dan kebelet pipis. Waaahh nggak bisa
dijelaskan lah pokoknya! Khawatir dengan IPKku. Penasaran juga iya. Tapi aku
sungguh sudah percaya diri dan optimis atas apa yang telah aku usahakan di
semester 1 ini.
![]() | |
| Berdebar menunggu IPK |
![]() |
| Sumringah setelah pengumuman IPK |
Setelah yudisium aku pulang (lagi) ke
Pare karena seisi asrama akan pulang. Jadi aku belum ada 24 jam di asrama dan
harus pulang lagi. Untungnya aku pulang dengan
nilai baik. Coba aku dapat nilai yang biasa-biasa saja dan aku pulang.
Mungkin pepatah Jawa yang tepat adalah “Ula marani gepuk” alias cari mati.
Haha. Nggak kok, orang tuaku cuma suka ngomel. Dan omelan merekalah yang
membuatku seperti ini.
And this is my favorite part of
today!
Naik angkutan umum dari asrama ke
terminal Maospati. Dari terminal Maospati aku naik bus Sugeng Rahayu menuju ke
terminal Nganjuk. Bus dalam keadaan penuh, tapi
tidak sampai ada yang berdiri. Puji Tuhan, aku mendapat tempat yang
strategis untuk duduk bertiga dengan teman-temanku sehingga bisa mengurangi
kantukku. Ngantuk merupakan bahaya besar bagiku, karena aku takut kebablasan
dan tidak turun di tempat yang semestinya.
Ketika aku hampir sampai di terminal
Nganjuk, aku segera berpamitan kepada Bapak di sebelahku yang sebelumnya sempat
ngobrol ringan denganku. Juga berpamitan kepada teman-temanku. Aku berdiri dan
langsung menuju kursi depan untuk memudahkan dan mempercepat aku ketika turun
di terminal.
![]() |
| Karcis bus Kawan Kita |
Sekitar lima orang turun di terminal
Nganjuk ini. Dan aku segera berlari ke arah bus Kawan Kita dengan tujuan Blitar
yang dalam keadaan kosong. Bersamaku ada seorang mas-mas yang juga berasal dari
bus yang sama sebelumnya. Aku masuk melalui pintu belakang dan ia masuk melalui
pintu depan. Ia memilih kursi paling depan, tepat di sebelah bapak supir. Aku memilih duduk di sebelah pintu depan
dengan pertimbangan agar aku mudah ketika turun dan lebih dekat dengan Bapak
kenek sehingga aku bisa turun tepat di tempat yang aku inginkan. Tak lama, bus
mulai melaju. Baru sekitar sepuluh menit perjalanan, tiba-tiba hujan deras dan
karena pintu dibuka, aku sedikit terkena air hujan dari luar dan akhirnya aku
berpindah ke tempat yang lebih depan. Tepat di belakang mas-mas tadi.
Beberapa penumpang ada yang naik dan
ada yang turun. Sampai pada akhirnya di bus hanya ada lima orang, Bapak supir,
bapak kenek, aku, mas-mas yang tadi dan seorang laki-laki di belakang. Bus
tiba-tiba berhenti di daerah dekat Lirboyo. Aku ngobrol sedikit dengan bapak
kenek mengenai kendaraan umum yang menuju ke Kediri. Kemudian mas-mas di
depanku tadi juga mengajakku ngobrol.
Setelah lama ngobrol mengenai banyak
hal mulai dari tempat kuliah, jurusan, rumah, dan lain-lain, dia mengulurkan
tangannya dan menanyakan namaku, aku menyebutkan namaku. Dia menyebutkan
namanya. Aku sempat tercengang dengan namanya. Namanya adalah nama yang umum
dipakai orang Kristen. Ia mengetahui ketercenganganku, lalu bertanya “Lho,
pernah punya teman dengan nama yang sama?” Aku menjawab “Nama sampean sama
kayak nama Baptis Masku.” Lalu dia menjawab “Itu juga nama Baptisku”.
And whaaaaattttt!! Dia juga seorang
Katolik, dan dia bilang dia pernah ke Gerejaku di Pare. Waaah, ternyata aku
bertemu dengan saudara seiman. Rasanya seperti bertemu dengan saudara yang
sudah lama nggak ketemu! Aku selalu excited ketika bertemu dengan sesama
Katolik. Entah kenapa. Rasanya itu kayak kalian pergi ke luar negeri dan ketemu
sama-sama orang Indonesia di sana!
Daaaannn hari ini benar-benar jadi a
great day! Tuhan sedang memberi berkat super combo hari ini.
Thank You, Jesus!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar