Pages

Bertemu Lagi

Jumat, 25 Maret 2016

Sejak usia 5 tahun, sudah ratusan kali bertemu. Sempat menjadi kita, lalu bertahun-tahun pura-pura lupa satu sama lain. Kemudian dipertemukan lagi tahun lalu, kamu pura-pura kenal tapi lupa. Kemarin adikmu duduk denganku, kamu ada, sempat saling sapa tapi ragu. Hari ini bertemu, banyak sekali yang memutar di memori. Apakah bola basket masih jadi sahabatmu? Ataukah Michael Jackson masih jadi idolamu? Bagaimana kabar arlojimu yg dulu kebetulan sama denganku?

Untukmu yang Dibuai Senja

Selasa, 22 Maret 2016

Cukup kau yang berkisah. Nada-nada menari dalam visualisasi. Senja takkan pernah ada habisnya dalam cerita. Ketika kau lambat merambat memalamkan senja, tak serta merta kisahmu tamat. Mengekor itu senja dalam mimpi, senja mengikut malam menjadi pagi. Bukan, bukan aku pemeran kisah itu. Tak perlu lebih, hanya kau dan kekasihmu. Melawan senja menghadap malam, dalam puncak tertinggi hingga tenggelam. Arus membawamu dalam-dalam. Ia di dekapmu, hangat seperti lampu-lampu kerlip yang jauh dari letakmu yg tinggi. Kisahmu menginspirasi, jadi bait-bait puisi. Kalaupun kau pergi, kau tak berkisah lagi, ceritamu ada dalam musisi, selalu tervisualisasi, lagi dan lagi.

Menuju Senja- Payung Teduh

RESULT IS A GIFT OF PROCESS

Senin, 07 Maret 2016


Source: http://www.amparents.org


Manusia selalu berproses setiap hari. Setiap orang melalui proses penempaan yang berbeda-beda. Tuhan sudah merencanakan segalanya sejak sebelum manusia diciptakan. Masing- masing diberi beban tertentu sesuai dengan porsinya. 

“Aku sudah belajar tiap malam, hingga larut malam, bangunpagi-pagi untuk belajar lagi. Beribadah juga sudah aku lakukan dengan rajin, tanpa pernah melewatkannya. Tapi nilaiku biasa-biasa saja. Dia, yang hanya bikin contekan ketika mau ujian, lebih banyak bersantai, tapi nilainya jauh di atasku. Ini tidak adil”

Tidak ada yang tidak adil di dunia ini. Semuanya butuh waktu untuk membuktikan keadilan. Bahkan untuk mengerti kehendakNya kesabaran memang sangat dibutuhkan. Yang perlu dilakukan hanyalah tetap melakukan semuanya dengan maksimal, sembari menunggu hasil yang sepadan dengan usaha.

Manusia akan selalu melihat hasil akhir, tapi hasil akhir sendiri takkan pernah mengingkari usaha. Percayalah, usahamu akan dibayar lunas pada akhirnya. Berproses melalui hal yang baik akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Kamu iri dengan cara berproses seperti itu?Kalau aku sih NO.

Tirakatan Malam Jumat Legi di Gua Maria Pohsarang

Selasa, 01 Maret 2016

Malam di Gua Maria


26 Februari 2016
Holaaa!!
Semalam aku mengikuti misa tirakatan malam Jumat Legi di Gua Maria Lourdes Pohsarang. Sudah lama sekali aku tidak mengikuti misa tirakatan di sana. Sejak aku kuliah, aku kehilangan banyak waktu untuk doa atau sekedar main ke Pohsarang. Tapi aku selalu menyempatkan diri ke sana ketika pulang dari Magetan atau ketika harus kembali ke Magetan lagi.

Jadi ceritanya, kemarin siang aku sedang santai dan main piano di ruang depan. Aku iseng buka Kidung Adi, ketemulah aku dengan lagu berjudul Ndherek Dewi Maria, dan aku ingat kalau hari ini adalah Jumat Legi. Berlarilah aku ke Bapak dan Ibu yang sedang ngopi santai di dapur. Langsung minta bapak untuk antar aku ikut misa tirakatan di Pohsarang. Kemudian Bapak dan Ibu saling berpandangan dan tertawa. Ternyata Ibuku sudah mewanti-wanti Bapak agar tidak bilang ke aku kalau hari ini adalah Jumat Legi, karena aku pasti minta ke Pohsarang dan Ibuku takut aku kecapekan(karena baru pulang) dan kehujanan karena sedang musim hujan. Aku tertawa dan aku bilang kalau aku baru sadar kalau hari ini ada misa tirakatan. Aku merayu kedua orang tuaku agar aku dibolehkan ikut misa tirakatan. Akhirnya Bapak mau mengantarku ke Pohsarang, tapi agak malam karena Bapak harus ikut doa arwah di lingkunganku sampai jam 19.30 WIB.
Ketika bapak doa arwah, aku mempersiapkan segala keperluan. Dari tikar, botol minum, dan senter jika nanti tidak dapat tempat yang terang. Akhirnya aku berangkat bersama bapak dan dua orang yang masih selingkungan dengan kami. Kami berangkat sekitar pukul 20.00 WIB. Aku memperkirakan bahwa parkiran sudah penuh, tepi ternyata ketika sampai di sana sekitar pukul 21.00 WIB, masih ada tempat parkir yang kosong. Puji Tuhan.

Sampai di area Gua Maria, ternyata sudah banyak sekali umat yang datang. Aku  memilih tempat seperti biasanya, yaitu di bawah pohon beringin, karena dekat dengan lampu sehingga lebih terang. Petugas Misa kali ini dari Paroki St. Maria dengan Tidak Bernoda Asal Tulungagung. Misa diiringi oleh musik gamelan. Waaahhh, favoritkuuu!
Sebelum tirakatan dimulai, ada katekese yang dibawakan oleh seorang Romo yang juga seorang dosen di Seminari Tinggi (kalau tidak salah dengar). Katekese dimulai sekitar pukul 21.30 WIB. Katekese yang dibawakan kala itu mengenai kisah hidup Sr. Faustina. Setelah katekese selesai, tirakatan Jumat Legi dimulai pukul 23.00 WIB diawali dengan menyanyikan lagu Ndherek Dewi Maria dan dilanjutkan dengan Doa Rosario diikuti perarakan patung Bunda Maria dari pendopo menuju ke Gua. Suasana begitu hening. Inilah yang selalu membuatku tertarik untuk ikut tirakatan di sini.
Setelah doa Rosario selesai, dilanjutkan dengan pembacaan intensi misa yang bersamaan dengan pembakaran ujub dan kemudian mendoakan doa kepada St. Maria Lourdes. Perayaan ekaristi dimulai sekitar pukul 24.00 WIB. Perayaan Ekaristi dimulai dengan lagu Pembuka berbahasa Jawa yang diiringi dengan musik Gamelan.Bagiku tidak ada yang lebih indah dari mengikuti Misa dengan iringan gamelan di suasana yang hening. Tuhan serasa dekat dengan hamba-hambaNya. 
Setelah perayaan Ekaristi selesai, dilanjutkan dengan Adorasi kepada Sakramen Mahakudus yang diawali dengan doa Koronka kepada Kerahiman Illahi. Tirakatan selesai sekitar pukul 01.30 WIB. Banyak umat yang langsung pulang, namun ada juga yang memilih untuk beristirahat dulu, dan tidur di area Gua Maria, tapi ada juga yang memilih beristirahat di Pendopo. 
Karena Bapak mengeluh ngantuk, akhirnya Bapak beristirahat dulu di wilayah Gua Maria. Dan aku memilih untuk jalan-jalan sendirian untuk keliling wilayah Gua Maria. Ini pertama kali aku jalan-jalan sendirian pagi-pagi buta hanya berteman dengan kameraku. 
Pertama aku jalan-jalan menuju ke Pondok Rosario. Aku memilih untuk menuju ke Peristiwa Cahaya karena hanya di  sanalah yang lampunya dinyalakan dan perisitwa-peristiwa lainnya terlihat sangat gelap dari kejauhan. Walaupun suasananya gelap dan ada suara-suara burung yang aneh, aku sama sekali tidak takut karena aku percaya bahwa di sini adalah tempat doa.


Perjalanan selanjutnya aku turun menuju area jalan salib. Pertama aku ragu, karena area jalan salib berada di tempat yang gelap. Untuk menuju ke sana, kita akan melewati sebuah jembatan besar, yang di bawahnya terdapat sungai. Di kanan kiri terdapat bambu-bambu, setiap ada angin, bambu saling bergesekan dan menghasilkan suara khas. Aku tidak ragu lagi, karena di sana aku mendengar ada suara lantunan doa, dan ternyata ada satu keluarga yang sedang jalan salib di sana. Akhirnya aku memberanikan diri untuk masuk dan hanya sampai di perhentian pertama aku langsung kembali dan duduk-duduk di jembatan.


Aku memutuskan untuk kembali ke depan Gua Maria, mengambil beberapa foto dan beristirahat di tangga. Kemudian Bapak menghampiriku dan mengajakku ngopi di warung kecil. Ya, bapakku dimanapun dan kapanpun akan selalu mencari kopi. Ternyata toko-toko di sana sudah banyak yang tutup, atau kalaupun tidak tutup, lampu toko dimatikan dan pemiliknya tidur.
Oh ya, di sini anjing berkeliaran dengan bebas. Seperti ini, mereka tidur di tengah jalan dan seakan sudah biasa bertemu dengan orang banyak. Mereka jinak kok, asal nggak diganggu.
Sekitar pukul 04.30 kami memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, aku minta ijin bapak untuk ke halaman depan dan memotret halaman sembari menunggu Bapak ambil mobil di parkiran yang jaraknya lumayan jauh. 



Perjalanan, aku tidak tahu apa-apa , tiba-tiba aku sudah sampai di rumah sekitar pukul 05.30 WIB. Ternyata aku ketiduran. Haha. Sampai di rumah aku hanya melanjutkan tidur sampai jam 08.00 untuk bayar hutang tidur. Hehe. Semoga ini bukan kali terakhir aku mengikuti tirakatan di Pohsarang. Semoga selalu ada kesempatan, walaupun jadwal kuliah sangat padat.

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS