Cukup kau yang berkisah. Nada-nada menari dalam visualisasi. Senja takkan pernah ada habisnya dalam cerita. Ketika kau lambat merambat memalamkan senja, tak serta merta kisahmu tamat. Mengekor itu senja dalam mimpi, senja mengikut malam menjadi pagi. Bukan, bukan aku pemeran kisah itu. Tak perlu lebih, hanya kau dan kekasihmu. Melawan senja menghadap malam, dalam puncak tertinggi hingga tenggelam. Arus membawamu dalam-dalam. Ia di dekapmu, hangat seperti lampu-lampu kerlip yang jauh dari letakmu yg tinggi. Kisahmu menginspirasi, jadi bait-bait puisi. Kalaupun kau pergi, kau tak berkisah lagi, ceritamu ada dalam musisi, selalu tervisualisasi, lagi dan lagi.
Menuju Senja- Payung Teduh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar